Malam Sepi

Ide nulis blog lagi ini muncul setelah mendengarkan lagu malam sepi dari yura yunita. Setelah lagu intuisi yang mampu ngebius gue dengan lirik yang indah nan pasnya, gue kembali jatuh cinta dengan lirik di lagu ini.Hmmm...  Rasanya apa ya? gue bisa masuk ke dimensi gue yang pernah relate di masa itu. Masa yang selalu bakal gue kenang, selalu gue kasi tempat di hidup gue dan bakal gue ingat sampai kapanpun. Perasaan itu berwujud hampa, takut dan rendah sekali. 
Mungkin gue bisa mulai cerita itu dari perasaan yakin gue ketika melihat seseorang. Seseorang yang mampu ngajak gue bangkit dari perasaan abstrak gue sebelumnya. Gue memilihny karena gue yakin intuisi gue tepat berada diantaranya sejak pertama kali dia yakinin gue bahwa dia selalu ada. Intuisi gue yang selalu mengarah kepadanya yang buat yakin untuk jalanin semuanya. Awalnya rasanya menyenangkan sekali, gue selalu bisa menjadi diri gue sendiri, mengerti tentang romansa di usia seperti ini. Begitu juga dia, serig kali mengaku berutung memiliki kisah ini, entahlah dulu rasanya indah sekali. Sampai akhirnya, ibarat  waktu yang sudah memeperingatkan bahwa kisah ini akan segera berakhir, tapi ya namanya naluri tetap batu tak memperdulikan diri. Singkatnya hubungan ini terlalu dibumbui perasaan yang mungkin ga dimiliki keduanya. Dan sampai waktunya tiba, semua berakhir dengan baik - baik namun ya tetap saja? siapa sih yang putus cinta dengan baik - baik saja ? 
Masa - masa itu kemudian dimulai dari sini, kemudian dengan beberapa impian gue yang terpaksa terkubur karena memang fase dan waktu yang tidak mengizinkan semuanya terjadi. Gue benci diri gue saat itu, benci kenapa gue tidak menyelamatkan seseorang yang berarti dalam hidup gue dan impian gue yang terkubur oleh waktu.Rasanya pengen nyerah. Dan anehnya, gue ga bisa ngejelasin perasaan gue saat itu kepada siapapun, entah gue terlalu capek dengan berujung mereka tidak mengerti perasaan gue atau gue yang terlalu terbuka kepada dia yang ternyata akhirnya pergi dari hidup gue.
Di fase sulit itu, gue juga dikabarkan gagal dapetin goals yang gue planning di setahun belakangan. Luar biasa rasanya, tertatih - tatih berdiri lalu jatuh lagi.. Semakin menyalahkan diri sendiri. 
 Aneh rasanya, gue sepatah hati ini tapi ya itu yang gue rasain saat itu.Butuh waktu yang cukup lama untuk memastikan gue baik - baik saja. Butuh energi yang luar biasa untuk menghilangkan luka kecewa menghilangkan semuanya. 
Semuanya terbayang penyesalan yang membuat gue perlahan gila.Perlahan tidak mempercayai cinta, karena ketika gue sungguh - sungguhpun hasilnya tetap saja. Baik dari dia, maupun impian gue. 
Gue tidak diam saja kok, gue kemudian perlahan menata kembali semuanya. Mengkoreksi diri sendiri, beralih ke soul gue yang semestinya dan berkumpul dengan komunitas yang sefrekuensi. Gue menata kembali semuanya, hmmm tidak, hanya menata impian gue yang juga terkubur di masa itu. Sampai akhirnya, perlahan tuhan memberikan hadiah yang luar biasa atas pencapaian menata yang mungkin mustahil untuk diwujudkan untuk gue. Mendapatkan lebih dari sekedar goals yang gue inginkan. 
Lalu tentang dia, dia tetap disana dengan segala keteguhan prinsipnya. Mengerikan mengingat berakhirnya kisah itu, tapi gapapa kok. Gue yang akhirnya mampu memaafkan diri gue sendiri, bahwa bukan gue ataupun dia yang salah dari cerita ini, tapi sesingkat gue yang butuh dia tapi gue bukan untuk dia. Dia dan geu mungkin udah diciptain tuhan untuk insan yang lainnya. Untuk kisah yang terlihat semenyedihkan itu,gue jadinya belajar untuk segala yang mungkin terlihat indah mungkin diciptain untuk sekeder dimiliki, mungkin mereka hadir menunjukkan sebuah pembelajaran. Pembelajaran untuk dewasa, mencintai diri sendiri secara utuh atau hanya sekedar mengingatkan bahwa yang semestinya dijaga adalah ya tetap diri sendiri.
Mengingat itu semua,rasanya gue pengen peluk diri gue sekencang - kencangnya karena telah berdiri dengan energi yang bertubi - tubi, sampai akhirnya berada di titik ini.
Mungkin cukup ya, gue pamit dulu dari kisah ini. Gue yakin kok, kisah ini mungkin bakal tetap punya cerita yang bikin gue senyum sendiri, entah indahnya cerita gue di fase sebelum masa itu, atau betapa cengengnya gue menghadapi itu semua. Malam sepi yang dulu jadi sasaran yang paling gue benci sekarang akhirnya kita berdamai, menjadi sebuah kisah masa lalu penuh pelajaran yang bisa gue petik akan hidup gue selanjutnya kapan saja... 


- Maura

Komentar

Postingan Populer